NEWS

Indonesia Dibantai Uruguay 1-7 Penonton Tuntut Nurdin Halid Mundur

Jumat, 8 Oktober 2010 - 22:50 WIB
| More
JAKARTA (Pos Kota) -  Meski tanpa  pemain bintang utama  Diego Forlan,  Timnas Uruguay tetap menyuguhkan permainan atraktif saat menghadapi Indonesia pada pertandingan persahabatan internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, tadi malam. Gol-gol 1-7 yang mereka buat ke gawang Markus Horison  tak ubahnya gol yang tercipta pada pertandingan di kompetisi  level  Eropa.
Edinson Cavani misalnya, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat tandukan keras pada menit ke-35 yang memanfaatkan umpan lambung Cristian Rodriguez. Demikian juga gol bintang asal Ajax Amsterdam Luis Suarez pada menit ke-43, dicetak melalui  tembakan keras yang dilepasnya dari depan kotak penalti Timnas Indonesia.
Pasukan Alfred Riedl sebenarnya lebih dulu unggul 1-0 pada menit ke-18 lewat gol Boaz T.E Solossa yang lepas dari hadangan pemain belakang Timnas Uruguay. Boaz memaksimalkan umpan terukur yang diberikan Bambang Pamungkas menjadi gol. Gemuruh stadion pun membahana karena keberhasilan anak-anak Indonesia mebobol gawang semifinalis Piala Dunia 2010 itu.
Tak penting seberapa gol yang tercipta ke gawang Indonesia malam itu karena hal itu sudah diprediksi sebelumnya. Tapi, dari permainan melawan tim kuat itu, Bambang Pamungkas dkk. harus mampu memetik pelajaran penting. Setidaknya mampu meningkatkan mental bermain mereka  sehingga tak lagi menjadi persoalan  bila berhadap dengan tim-tim  rivalitas mereka di daratan Asia, Thailand, Malaysia atau Jepang misalnya.
.
Sepanjang babak pertama, pemain Indonesia  berupaya mengimbangi aksi-aksi pasukan Oscar Tabarez. Pertandingan beda kelas tentu tak jadi soal karena Indonesia memang ingin menimba ilmu dari Uruguay. Lebih dari 10 peluang mereka dapat untuk membobol gawang Indonesia.  Aksi gemilang kiper Markus Horison malam itu patut mendapat pujian karena  tembakan Suarez, Lugano atau Rodriguez bisa dipatahkannya.
NURDIN DIMINTA TURUN
Tapi ketika Uruguay ketinggalan 1-0, La Celeste sedikit meningkatkan tempo permainan mereka.  Pemain Indonesia pun semakin kerepotan sehingga akhirnya Markus harus memungut bola dua kali dari gawangnya karena dibobol Cavani dan Suarez, 2-1. Gemuruh stadion yang diisi lebih dari 25 ribu penonton itu seperti tak bersahabat lagi. Yel-yel yang meminta Ketua Umum PSSI Nurdin Halid agar turun dari posisinya, pun bergemuruh.
Di babak kedua, performa Indonesia yang dipersiapkan ke Piala AFF di Jakarta dan Vietnam pada Desember 2010 nanti, semakin menurun. Pola permainan mereka pun tak lagi terlihat 4-4-1-1. Pemain semakin panik karena serangan berubi-tubi yang dibangun Luis Suarez dkk. Suarez pun menambah gol bagi timnya menjadi 3-1 pada menit ke-53, kemudian diperbesar Sebastian Eguren menjadi 4-1 (‘58).
Suarez seperti kehausan gol. Dia mencetak gol hat-trick pada menit ke-68 dari titik penalti. Hadiah penalti diberikan wasit asal Singapura, Abas Bin Daud setelah Markus Horison menjatuhkan Edinson Cavani.  Cavani kembali memperbesar keunggulan timnya menjadi 1-6 saat laga menyisakan waktu sekitar 10 menit lagi.
Gol Cavani itu lagi-lagi membuat  Nurdin Halid merasa tidak nayaman duduk  di sebelah Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono. Suporter Timnas Indonesia kembali meneriakkan yel-yel agar ketua umum PSSI itu turun dari jabatannya. Menit ke-85, Cavani lagi-lagi mempermalukan Nurdin karena gol yang dibuatnya, 7-1. Suporter pun kembali berteriak agar Nurdin turun dari ketua umum PSSI. Peluti panjang pun menyudahi pertandingan, tapi suporter Indonesia tetap meminta Nurdin Halid turun.(ian/B)